Lembar coretan

Kenapa setiap ketulusan hanya menimbulkan kesalahpahaman? Kenapa setiap tekad hanya akan direndahkan?Kenapa orang terdekat mampu melukai sedalam ini? Kenapa orang terdekat mampu melukai sesakit ini? Kenapa orang terdekat mempu merobek angan tanpa menoleh lagi?

Jumat, 23 Desember 2011

Kebekuan

Dia terduduk terpaku
Diantara lembutnya belaian angin
Hangatnya sinar mentari tak mampu menghangatkan hatinya yang mulai beku
Ketakutan ini membuncah memenuhi asa
Sinar matanya meredup
Pipinya pun telah lembab
Dia menutup matanya
Ada kalanya ketika kau harus menyerah
Ada kalanya kau harus menyandarkan pundakmu yang lelah
Ada kalanya kau harus melepas topeng ketegaranmu
Begitu pula dengannya
Gadis itu begitu tegar
Gadis itu begitu kuat
Gadis itu benar-benar tangguh
Menyembunyikan topeng yang bahkan hampir pecah saat ini
Begitu takut...
Perasaan takut itu benar-benar menjarah hatinya
Memaksanya memecahkan topengnya
Tapi ia tak mampu
Mempercayai artinya tersakiti
Tapi tak ada seorangpun yang mampu
Bertahan dalam topeng ketegarannya
Ingin sekali rasanya menyandarkan kepalanya
Tapi pada siapa
Ia tak berani berjudi dengan waktu
Ia tak berani bertaruh dengan detik
ia tak berani mempertaruhkan hatinya
karna itu akan membunuhnya
Ia hanya berusaha mengimbangi aliran air
Karena jika ia melawan ia akan terhanyut dan hancur
Menetes... terus menetes...
Darah dari lukanya terus menetes
Memberi kehidupan untuk pucatnya kulitnya
Memerahkan setiap jengkal pori-porinya
Sakit... sakit sekali rasanya
Dia ingin mengeluh, menjerit
Untuk apa?
Menerima ocehan atas ketegarannya
Tidak akan!
Ia hanya menggeram menggenggam jantungnya
Mencoba menghilangkan sakit di jantungnya
Terus.. dan terus...
Genangan air mata bercampur darah tak lagi bisa dibedakan
Menyatu bagaikan saling percaya
Tapi tidak dengan si empunya
Hatinya telah beku
Ya... beku
Beku dengan kepercayaan
kebekuan yang membekukan nafasnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar