Aku sedang berjalan-jalan di duniaku. Membaca berbagai hal. Melihat lukisan kehidupan orang-orang yang kukenal. Dengan tawa mereka, kepedihan mereka bahkan kemarahan mereka. Semua itu tertuang dalam lukisan kehidupan mereka.
Kemudian aku teringat akan dirimu. Dengan setengah iseng, aku mulai memasuki duniamu. Mengenal setiap hal yang ada di hidupmu setelah mengenalku. Setiap jejak mulai kumasuki. Merasuki setiap perasaan yang mungkin terukir di hidupmu.
Ada satu jejak yang berbeda. Yang mengungkap suatu hal tentangmu. Jejak itu tak mungkin kumasuki. Jejak itu seolah begitu asing untukku.
Aku mulai tersadar. Aku mulai bangun dari anganku. Aku terlalu dalam memasuki hidupmu. Aku terlalu tak tau diri. Maafkan aku. Aku melibatkan perasaanku. Aku yang terlalu tenggelam dalam kesendirianku. Sehingga ketika kau datang, tanpa sadar aku melibatkan perasaanku.
Aku akan berhenti. Mulai saat ini aku akan menutupnya. Aku tak mau tersakiti lagi. Menerima kenyataan atas jejak hidupmu yang tak layak dimasukki olehku. Aku sadar. Aku hanya gadis yang terlalu banyak mengeluh.
Maaf.
Untuk kesekian kalinya aku minta maaf padamu. Aku akan berhenti sebelum semuanya terlambat. Sebelum perasaanku terlibat semakin jauh. Aku berhenti.
Jejak-jejak itu masih begitu terngiang-ngiang dalam otakku. Aku seperti orang asing yang dengan bodohnya percaya. Maaf. Maaf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar