Lebih baik mengungkapkan rasa lewat tulisan daripada lewat umpatan yang tak bermanfaat
Lembar coretan
Kenapa setiap ketulusan hanya menimbulkan kesalahpahaman? Kenapa setiap tekad hanya akan direndahkan?Kenapa orang terdekat mampu melukai sedalam ini? Kenapa orang terdekat mampu melukai sesakit ini? Kenapa orang terdekat mempu merobek angan tanpa menoleh lagi?
Kamis, 12 Januari 2012
Godaan Tahun Baru
Menurut ulama dan perenungan dari asal muasal tahun baru masehi. Bagi orang muslim merayakan tahun baru itu berarti ikut memeriahkan perayaan orang-orang kafir. Barangsiapa yang mengikuti kegiatan ataupun perayaan suatu kaum maka ia merupakan bagian dari kaum itu. Kesimpulannya jika seorang muslim ikut merayakan tahun baru artinya ia merupakan bagian dari orang-orang kafir.
Tetapi pada zaman modern ini sulit bagi seorang muslim jika ingin menyembunyikan diri dari gegap gempita perayaan pergantian tahun baru masehi. Tidak ikut merayakan artinya mengasingkan untuk sementara dari meriahnya perayaan pergantian tahun.
Ketika jam 00.00 berdentang. Kemeriahan, gegap gempita pergantian tahun baru itu kian terasa. Langit malam yang gelap menjadi merona. Bunyi letusan-letusan kembang api kian menggelora mewarnai larutnya malam. Suara tiupan terompet bergaung disana-sini. Suara ribuan manusia yang mengucapkan “Happy New Year!” atau bahkan “Selamat Tahun Baru” kian menggebu. SMS yang menggaungkan hal yang sama. Dan masih banyak hal lain yang berhubungan dengan perayaan pergantian tahun.
Bagaimana dengan itu?
Bagaimana seorang muslim bisa menghindari godaan itu?
Gegap gempita dan kemeriahan perayaan pergantian itu jelas terlihat didepan mata. Mungkin memang sebagai seorang muslim harus sangat sangat menahan diri. Tapi menutup mata terhadap hiruk pikuk pergantian tahun merupakan hal yang sulit.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar